Buat yang heran kenapa saya bawa-bawa Naruto di Game of Thrones ini, kurang lebihnya begini.
Game of Thrones bukanlah Naruto. Kita tahu bahwa industri serial TV maupun animasi sangat pesat dan cepat. Tidak aneh ketika sebuah novel seperti A Song of Ice and Fire atau pun manga seperti Naruto diadaptasi menjadi serial TV atau pun animasi, maka yang terjadi adalah versi layar kaca ini justru akan melampaui progres dari versi cetaknya. Karena proses membuat cerita ataupun menggambar komik tidak secepat seperti proses syuting layar kaca ataupun produksi animasi yang melibatkan orang banyak dan teknologi mutakhir, proses kreatif pada novelis atau pun misalnya pada mangaka membutuhkan waktu -dan mood- untuk menghasilkan karya terbaik.
Tak heran jika pada kasus animasi seperti pada Naruto, terjadi pembuatan episode filler. Episode filler adalah rangkaian episode yang tidak terkait dengan plot utama -atau jarang sekali yang bisa terhubung dengan plot utama, walaupun saya tidak pernah melihat contoh kasusnya- yang dibuat sebagai “jeda waktu” antara episode animasi atau TV dengan progres cetaknya. Dalam kasus Naruto ini malah menunjukkan kasus yang ekstrim. Gak nanggung-nanggung, episode filler-nya bisa sepanjang satu tahun sendiri! Itu belum termasuk ratusan episode filler lainya di sepanjang season.

Jangan tanya saya siapa itu di sebelah Naruto, kagak ada di manga nya
Tapi Game of Thrones tidak bisa dibuat episode filler seperti Naruto. The show must go on. Konon rangkaian A Song of Ice and Fire akan terdiri dari 7 buku, namun buku yang terakhir terbit adalah A Dance with Dragons terbit pada 2011 – dan itu sudah 5 tahun yang lalu. Sedangkan buku ke 6, The Winds of Winter -katanya- masih dalam penulisan, dan entah kapan George R. R. Martin sang penulis A Song of Ice and Fire akan menuntaskan penulisan The Winds of Winter -dan tentunya belum termasuk proses penerbitan bukunya yang juga memakan waktu!
Tentunya ini membuat Game of Thrones tidak mungkin membuat episode filler layaknya Naruto. Apa pemirsa mau menyaksikan 5 tahun episode filler menunggu terbitnya novel selanjutnya? Penulis rasa tidak mungkin. Tentunya aneh jika sutradara Game of Thronesharus mempertahankan karakter dan cerita sembari menunggu penerbitan novel selanjutnya.
Sehingga pilihannya tidak lain adalah melanjutkan ceritanya, terlepas dari bayang-bayang novelnya

Game of Thrones mungkin akan terlepas dari bayang-bayang A Song of Ice and Fire, tapi setidaknya Tormund akan membayang-bayangi Brienne 
Dan melihat dari episode The Door ini, Penulis menilai ini berhasil. Setidaknya hingga sekarang.
mengutip dari penulis di totolee.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar